Kasus Korupsi Pejabat Kejagung, Ketum FRIC: Ini Ujian Integritas Hukum, Jangan Ada Intervensi!

Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, hariannewsindonesia.org – Menanggapi kasus dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan pejabat tinggi Kejaksaan Agung RI dan temuan brankas uang tunai senilai Rp60 miliar, Ketua Umum Fast Respon Indonesia Center (FRIC), H. Dian Surahman, memberikan pernyataan, “Kasus ini adalah tamparan keras bagi integritas penegakan hukum di tanah air, Kamis (09/07/2026)

Kami di FRIC memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim penyidik Kortas Tipikor Polri yang telah bekerja berani dan progresif dalam membongkar praktik ‘hidden asset’ ini, Temuan uang tunai Rp60 miliar di ruang rahasia bukan lagi sekadar pelanggaran administratif LHKPN, melainkan indikasi kuat tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang terstruktur.”

Lebih lanjut, H. Dian Surahman menegaskan poin-poin krusial,

Dukungan Penuh Tanpa Intervensi FRIC mendesak agar Polri terus bekerja profesional dan tidak gentar menghadapi tekanan pihak manapun, termasuk insiden kehadiran personel militer di lokasi penggeledahan yang seharusnya tidak boleh terjadi dalam proses penegakan hukum.

Pengusutan Tuntas Jaringan, Kami mendesak penyidik untuk tidak hanya berhenti pada oknum pejabat tersebut, tetapi membongkar seluruh jaringan ‘gurita’, termasuk perantara, perusahaan cangkang (shell company), hingga pihak-pihak yang mencoba melakukan intervensi hukum.

Transparansi dan Penahanan Mengingat besarnya kerugian negara yang mencapai Rp5 triliun dalam kasus batu bara PLTU ini, FRIC menuntut agar proses hukum dipercepat dan segera dilakukan penahanan terhadap pihak-pihak yang terlibat untuk mencegah penghilangan barang bukti.

Ujian Integritas Peristiwa ini adalah ujian nyata bagi institusi hukum Indonesia, Hukum tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas; siapapun yang memegang kuasa harus tunduk pada hukum yang berlaku tanpa pandang bulu.

“FRIC akan terus mengawal kasus ini. Kami mendukung penuh langkah Polri untuk menuntaskan perkara ini hingga ke akar-akarnya demi menjaga marwah institusi penegak hukum dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutup H. Dian Surahman.

( Redaksi )

Berita Terkait

Kapolda Kalteng Tinjau Hasil Pembasahan Karhutla di Manduhara Ujung, Penggunaan Cairan X-Fire Dinilai Efektif
ISTANA MEMANGGIL FRIC: KOMITMEN TEGUH KAWAL NEGERI DAN TANGKAL HOAKS
Kanitpropam Polsek Rakumpit Pimpin Apel Pagi di Mako Sebelum Laksanakan Kegiatan Rutin
Satgas Polresta Palangka Raya Gerak Cepat Padamkan Karhutla di Kawasan Jalan Saluang Belum 
Dukung Program Literasi, Polsek Pahandut Komitmen Laksanakan Program Bajaka Presisi
Hadir Muskel Marang, Bhabinkamtibmas Sampaikan Komitmen Jaga Keamanan dan Pelayanan Warga 
Tekan Kasus Bali, Polresta Palangka Raya Gencarkan Patroli Harkamtibmas
Karhutla di Hutan Lindung Marang Dipadamkan Oleh Tim Regu 7 Polresta Palangka Raya
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:32 WIB

Kapolda Kalteng Tinjau Hasil Pembasahan Karhutla di Manduhara Ujung, Penggunaan Cairan X-Fire Dinilai Efektif

Sabtu, 26 September 2026 - 05:22 WIB

ISTANA MEMANGGIL FRIC: KOMITMEN TEGUH KAWAL NEGERI DAN TANGKAL HOAKS

Kamis, 10 September 2026 - 06:05 WIB

Kanitpropam Polsek Rakumpit Pimpin Apel Pagi di Mako Sebelum Laksanakan Kegiatan Rutin

Kamis, 10 September 2026 - 06:00 WIB

Satgas Polresta Palangka Raya Gerak Cepat Padamkan Karhutla di Kawasan Jalan Saluang Belum 

Kamis, 10 September 2026 - 05:55 WIB

Dukung Program Literasi, Polsek Pahandut Komitmen Laksanakan Program Bajaka Presisi

Berita Terbaru